Alasan Investasi Syariah Bodong Banyak Peminatnya
Alasan Investasi Syariah Bodong Banyak Peminatnya

Alasan Investasi Syariah Bodong Banyak Peminatnya

Deposit.redaksinet.com – Ada yang benar, ada yang bodoh. Bodong ini adalah musuh bersama, baik musuh rakyat jelata maupun musuh pengusaha Syariah itu sendiri.

Investasi Syariah bodong ini harus dihindari karena telah merusak citra produk syariah di masyarakat. Agar tidak terjebak, kita harus menyelidiki: apa sebenarnya yang membuat Investasi Bodong Islam begitu diinginkan sebelum ditemukan?

Sin Investment Syariah Bodong: Memimpin Sisi Religius Dengan Slogan “Provokatif”. Ambil contoh produk investasi berupa penjualan produk Properti Syariah. Anti-riba Bahasa pemasaran, dengan dukungan argumen riba larangan, anti-bank, arogansi Anti-kontrak telah dibius banyak orang.

Jika ada proyek jual beli, hanya sebatas ilustrasi gambar dengan gaya promosi tambahan seperti di atas, apalagi jika untuk bekerjasama dengan pemuka agama, maka sering orang suka dan percaya Buffalo nose.

Seorang seniman terkenal dan terkenal telah bergabung, ketika saya tidak berpartisipasi? Sebenarnya, bukankah prinsip kehati-hatian, cek dan ricek penting? Jika penelitian malas dan menyerah saja. Kemudian ketika fraud dianggap sebagai takdir, tak heran jika fraud dengan kedok investasi syariah semakin menjamur di Indonesia.

Orang Mudah Tergoda Oleh Penawaran Bombastis

Itu tidak benar-benar harus bombastis. Produk yang ditawarkan menjadi lebih praktis dan dapat menjawab kekhawatiran selama ini akan cepat diserap oleh masyarakat, tanpa ada pemeriksaan.

Misalnya, membeli rumah dengan mencicil. Dengan cicilan seperti, Tanpa BI checking, cukup KK KTP, tanpa penyitaan, tanpa denda, tanpa penalti dan sebagainya.

Jika ditanya lokasi maka Anda akan diantar untuk melihat tanah yang telah disiapkan sehingga Anda yakin. Namun dibalik itu semua, ada banyak aspek yang harus diperhatikan.

Agar tidak menjadi korban, inilah yang perlu diperhatikan saat membeli produk syariah:

1. Pastikan Produk Atau Proyek Berlisensi

Setiap produk yang dijual di Indonesia, baik barang maupun jasa, memiliki lisensi. Apalagi jika itu adalah produk investasi. Proyek properti bukan milik semua jenis layanan investasi melainkan untuk pembelian dan penjualan. Jika Anda tertarik untuk membeli properti berlabel syariah maka pastikan:

  • Terkenal, jika tidak pengembang terkenal hanya meminta legalitas proyek
  • Legalitas yang perlu ditanyakan hal utama terkait dengan status sertifikat (siapa yang memilikinya) dan IMB
  • Jika bingung cek, tanyakan saja ke notaris siapa, datang dan tanyakan legalitasnya
  • Jika Anda tidak ingin menjadi rumit, hanya memikat dengan pertanyaan ” tidak bisa hipotek?”Jika Anda tidak bisa untuk alasan apapun (termasuk alasan syariah), Anda harus waspada karena jika Anda dapat hipotek berarti aman, karena bank akan memeriksa semua legalitas proyek.

2. Fair Check Tidak Menawarkan Produknya

Untuk melihat kewajaran penawaran suatu produk investasi atau misalnya penawaran untuk membeli Properti Syariah, anda dapat membandingkannya dengan produk sejenis atau produk lain di kelas dan area pemasaran yang sama.

Jika perbedaannya jauh, maka perlu dicurigai. Semakin bombastis, terutama jika Anda membawa sosok tertentu, maka Anda harus lebih jeli untuk memeriksanya. Ada apa di balik itu?

Biasanya bisnis mencari keuntungan, jika penawaran tidak masuk akal maka keuntungan juga tidak masuk akal alias berpotensi “bodong”.

Jadi kesimpulan dari ulasan di atas adalah bahwa orang mudah tergoda oleh iming-iming produk bombastis dengan sentuhan psikologis dan religius mereka.

Selain itu, masyarakat juga enggan untuk memeriksa lebih lanjut produk yang akan dibeli, terutama jika produk tersebut adalah anggota fasilitas dan berlabel syariah.

Ini harus menjadi pembelajaran bersama sehingga model Investasi Syariah bodong dapat dihentikan di masyarakat. Selain itu, membeli properti tidak murah, dan dibutuhkan strategi menabung yang benar agar mimpi itu menjadi kenyataan.

Leave a Reply

Your email address will not be published.