Belajar Investasi Aman di Reksadana Terproteksi
Belajar Investasi Aman di Reksadana Terproteksi

Belajar Investasi Aman di Reksadana Terproteksi

Deposit.redaksinet.com – Pertanyaan-pertanyaan di atas sering ditanyakan oleh para pemula yang masih diliputi kebingungan tentang dunia investasi. Atau mungkin, Anda salah satu dari mereka?

Tidak dapat dipungkiri bahwa investasi telah menjadi bagian dari masyarakat. Saat ini, tidak hanya orang dengan uang, siapa pun yang melek finansial dapat berinvestasi juga, Anda tahu. Banyak orang mulai mencoba berinvestasi dari sen hingga jutaan dolar.

Untuk pemula, memulai investasi dianggap sulit-sulit mudah. Hal pertama yang terlintas dalam pikiran adalah kebingungan menentukan jenis investasi yang akan diambil. Seperti yang sudah kita ketahui, ada berbagai jenis produk investasi, seperti emas, deposito, saham, reksa dana pasar uang, hingga properti.

Akhir-akhir ini, reksa dana semakin mendapat perhatian, terutama di kalangan milenial karena setoran minimum sangat murah dan risikonya rendah. Bahkan, tidak sedikit orang yang memegang nyawa konsumen dan memilih mengalokasikan dana ke reksadana.

Dari sekian banyak jenis investasi, tidak sedikit orang yang menekuni investasi reksa dana karena ramah terhadap pemula. Terbukti, menurut data OJK, reksa dana mengalami pertumbuhan yang cukup signifikan. Pada akhir 2020, reksa dana berhasil memecahkan rekor. Total set dana mencapai Rp573, 54 triliun, meningkat 5,78% dari tahun sebelumnya.

Apa Itu Reksa Dana?

Reksa dana dapat didefinisikan sebagai sejumlah dana yang dikumpulkan dalam sebuah wadah untuk kemudian diinvestasikan dalam bentuk portofolio. Kumpulan dana ini akan dikelola oleh badan hukum yang disebut manajer investasi.

Jadi tidak salah jika reksa dana dikenal sebagai produk bagi investor yang masih kurang pengetahuan dan pengalaman, karena keputusan investasi sudah ditentukan oleh MI, sehingga investor hanya perlu menyetorkan dana ke jenis reksa dana yang dipilih.

Selain investor pemula yang tidak terlalu akrab dengan pasar investasi, reksa dana juga cocok untuk mereka yang super sibuk. Dengan berinvestasi dalam investasi ini, Anda tidak perlu repot-repot menyisihkan banyak waktu untuk menganalisis pasar, membuat keputusan investasi, hingga menghitung keuntungan dan kerugian investasi.

Selain sisi praktis, reksadana memiliki sejumlah keunggulan menarik lainnya yang membuat orang tertarik untuk berinvestasi di sana:

  • Modal investasi kecil. Dengan nominal Rp100.000, anda bisa menikmati Investasi Reksa Dana.
  • Salah satu investasi yang fleksibel. Reksa dana dikatakan fleksibel karena Anda bebas memilih investasi dari jangka pendek dan panjang.
  • Transparan. Semua informasi tentang reksa dana dapat diketahui setiap hari, termasuk naik dan turunnya harga secara online.
  • Dikelola secara profesional. Seperti disebutkan di atas, Anda tidak perlu kesulitan menghitung untung dan rugi karena sudah dikelola oleh manajer investasi yang ahli di bidangnya.

Meskipun reksa dana memiliki banyak sisi positif, masih ada kerugian yang harus diwaspadai. Ada risiko kerugian, bukan? Dalam hal ini, beberapa kekurangan reksa dana antara lain: likuiditas, perubahan kondisi pasar yang tidak menentu, risiko gagal bayar, dan perubahan kebijakan atau peraturan seperti pajak.

Terlepas dari kekurangan ini, reksa dana tetap menjadi pilihan karena risikonya yang rendah. Dalam praktiknya, ada beberapa jenis reksa dana yang dapat dipilih investor, antara lain: reksa dana saham, reksa dana Pasar Uang, Reksa Dana Pendapatan Tetap (RDPT), dan reksa dana campuran.

Beberapa produk reksa dana di atas mungkin sudah tidak asing lagi di telinga, tetapi pernahkah Anda mendengar tentang reksa dana yang dilindungi? Mengapa reksa dana jenis ini lebih cocok untuk pemula?

Mengenal Reksa Dana Yang Dilindungi

Dana yang dilindungi masih jarang terdengar. Nama lain untuk reksa dana yang dilindungi adalah capital Protected Funds (CPF) atau disingkat RDT, yang merupakan jenis reksa dana yang menjamin investasi atau memberikan perlindungan penuh 100% dari investasi awal jika investor memegang reksa dana hingga tanggal jatuh tempo.

Reksa dana yang dilindungi juga menyediakan sistem bagi hasil dalam bentuk dividen melalui manajemen portofolio investasi. Bentuk investasi dapat berupa surat utang atau obligasi dari pemerintah atau perusahaan.

RDT dapat dianggap cukup aman karena manajer atau Manajer Investasi akan bertanggung jawab penuh atas modal dan pengembalian jika terjadi masalah. Itulah sebabnya reksa dana ini disebut reksa dana yang dilindungi.

Jadi, bagaimana cara kerja reksa dana ini?

Misalnya, Anda akan menginvestasikan Rp10 juta dalam reksa dana yang dilindungi dengan tenor 5 tahun. Hasilnya adalah 7% per tahun dan dibayarkan setiap 3 bulan hingga akhir periode.

Setelah akhir periode selesai, nilai modal awal akan kembali sepenuhnya 100% dan ditambah pengembalian yang diterima setiap periode 7% per tahun. Begitulah cara pengelolaan reksa dana dilindungi jika Anda tidak mencairkan dana sebelum jatuh tempo.

Reksa dana yang dilindungi biasanya diatur oleh manajer investasi yang kredibel yang bekerja sama dengan perusahaan asuransi. Namun, Manajer Investasi juga harus membayar premi kepada perusahaan asuransi.

Konsep reksa dana yang dilindungi berbeda dengan asuransi kendaraan bermotor, dimana ketika terjadi kecelakaan atau dicuri dapat diklaim risikonya. Nah, untuk reksadana, jika kesalahan ini berada di luar kewenangan manajer investasi, seperti terjadinya wan kinerja perusahaan obligasi, maka investor tidak bisa menuntutnya.

Artinya, reksa dana yang dilindungi tidak benar-benar 100% aman, dong? Sama seperti semua jenis investasi, reksa dana yang dilindungi juga memiliki risiko. Namun, tingkat risiko lebih rendah dibandingkan dengan instrumen investasi lainnya.

Reksa Dana Vs Reksa Dana Yang Dilindungi

Asal tahu saja, reksadana dan reksadana yang dilindungi memiliki perbedaan atau karakteristik tersendiri meskipun keduanya dikelola oleh Manajer Investasi.

Di atas, kita sudah tahu bahwa salah satu perbedaan antara reksa dana biasa dan reksa dana yang dilindungi adalah pada dana investasi awal yang dijamin 100% dari pokok investasi setelah jatuh tempo.

Perbedaan kedua terletak pada pembelian investasi. Reksa dana yang dilindungi tidak dapat dibeli kapan saja sesuai keinginan investor, karena ada penawaran khusus di mana investor dapat menginvestasikan modalnya. Di luar waktu penawaran, Anda tidak akan dapat membelinya.

Mekanisme tersebut juga telah diatur oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dalam Kebijakan, mekanisme dasarnya sama dengan reksa dana pendapatan tetap yang menempatkan sebagian besar portofolio pada obligasi.

Namun, pengelolaannya berbeda karena reksa dana yang dilindungi lebih cenderung bertahan hingga jatuh tempo, sedangkan reksa dana pendapatan tetap melakukan aktivitas perdagangan seperti jual beli.

Perbedaan berikutnya adalah biaya yang dibebankan kepada investor. Biasanya, ketika menjual (menebus) dan membeli (berlangganan) instrumen dalam jangka waktu kurang dari satu tahun atau sebelum jatuh tempo, investor akan dikenakan biaya. Dalam reksa dana yang dilindungi, investor tidak akan dikenakan biaya kecuali biaya penebusan.

Leave a Reply

Your email address will not be published.