Cara Berinvestasi di Indonesia
Cara Berinvestasi di Indonesia

Cara Berinvestasi di Indonesia

deposit.redaksinet.com – Indonesia adalah negara berpenduduk padat keempat di dunia dan ekonomi terbesar di Asia Tenggara dengan GDP GDP 2014 dari $ 8888.6 miliar.

Dengan pertumbuhan ekonomi yang kuat dan populasi muda, banyak ekonom yang berpendapat bahwa hal ini harus ditambahkan ke yang disebut ekonomi BRIC sebagai pasar baru muncul dan berkembang.

Yang mencari berinvestasi di Indonesia seharusnya dimulai dengan Indeks Komposit Jakarta (JCI). Sementara seluruh dunia sedang dalam resesi antara tahun 2009 dan 2012, indeks ekuitas utama negara melonjak turun sekitar 1140 sampai tinggi sekitar 4100,1 dan itu adalah salah satu dari satu-satunya pasar ekonomi yang muncul di dunia keluar dari tahun 2011 dengan pertumbuhan nyata 2011.

Dalam artikel ini, kita akan melihat beberapa manfaat dan keuntungan dari investasi di Indonesia, serta bagaimana para investor Amerika dengan mudah dapat membangun portofolio mereka.

Kunci Takeaways

  • Indonesia telah menjadi pemain yang solid selama 2008 ekonomi resesi dan terus menjadi tujuan investasi yang menarik.
  • Indonesia menghadapi resiko inflasi dan geopolitik, namun inflasi terus dikendalikan dan negara tetap stabil di wilayah tersebut.
  • Investor dapat berinvestasi di Indonesia dengan ETFs atau ADRs, tergantung pada tujuan investasi mereka.

Manfaat dan risiko investasi di Indonesia

Perkembangan ekonomi Indonesia yang kuat dan demografis menguntungkan membuatnya menjadi negara besar bagi investor, tapi ada beberapa risiko bahwa investor harus menyadari sebelum melakukan modal apapun.

Sebagai contoh, pertumbuhan negara yang kuat membuatnya menjadi target utama bagi inflasi, sementara negara memiliki resiko geopolitik yang lebih besar dari dikembangkan negara-negara seperti Amerika Serikat.

Manfaat investasi di Indonesia termasuk:

  • Pertumbuhan Bersejarah Yang Kuat. Indonesia merupakan salah satu yang terbaik melakukan investasi di seluruh krisis ekonomi dunia yang dimulai pada tahun 2008. Bahkan, itu adalah satu-satunya perekonomian memposkan setiap pertumbuhan ekonomi yang nyata pada tahun 2011 dan terus tumbuh dalam tahun sejak itu.
  • Sedikit Resiko Relatif. Indonesia mungkin kurang berisiko dari banyak pasar negara berkembang, dengan pengembalian tahunan lebih dari 25% dan koefisien beta kurang dari 0.8, menurut penelitian Februari 2011 oleh MSCI dan Bloomberg.
  • Ruang untuk tumbuh. Kapitalisasi pasar di Indonesia lebih kecil dari ekonomi BRIC, yang menunjukkan bahwa jumlah Kapital nya cukup untuk berkembang, bahkan jika tingkat pertumbuhan secara keseluruhan harus melambat, menurut analisis.

Risiko investasi di Indonesia termasuk:

  • Resiko Inflasi. Indonesia telah menghadapi inflasi yang meningkat seiring dengan pertumbuhan ekonomi. Jika harga ini adalah untuk bergerak keluar dari kendali,itu bisa menyebabkan tingkat bunga yang lebih tinggi yang mungkin berdampak negatif harga ekuitas negara.
  • Resiko Geopolitik. Indonesia berada di Asia Tenggara, yang berarti bahwa risiko geopolitik lebih dari negara-negara berkembang seperti Amerika Serikat atau anggota Uni Eropa.

Berinvestasi di Indonesia dengan cara yang mudah dengan ETFs

Pertukaran dana yang diperdagangkan (ETFs) adalah cara yang bagus untuk berinvestasi di Indonesia. Sementara hanya ada dua ibu-Ibu Negara, ada beberapa orang lain dengan eksposur parsial terhadap perekonomian.

Dana ini memberi investor eksposur segera kepada negara, serta diversifikasi di sejumlah industri yang berbeda dan kadang-kadang kelas aset.

Dulu ada dua ETFs yang digunakan untuk berinvestasi di Indonesia:

  • VanEck Vectors Indonesia Index ETF (NYSE: IDX)
  • iShares MSCI Indonesia ETF (NYSE: EIDO)

Beberapa ETFs lain dengan paparan yang signifikan untuk Indonesia termasuk:

  • EGShares Consumer Goods permata ETF (NYSE: GGEM)
  • Global X FTSE ASEAN 40 ETF(NYSE: ASEA)
  • Bagilah ETF (NYSE: DIVIDE)
  • Market vektor batubara ETF (NYSE: KOL)

Berinvestasi di Perusahaan Indonesia via ADRs

Penerimaan penyimpanan Amerika (ADRs) merupakan cara lain untuk berinvestasi di Indonesia untuk investor mencari paparan kepada perusahaan-perusahaan tertentu.

Sementara hanya ada jumlah terbatas Iklan yang tersedia, mereka mewakili perusahaan-perusahaan yang lebih besar yang baik diposisikan di pasar Indonesia.

Berikut adalah beberapa iklan populer untuk berinvestasi di Perusahaan Indonesia:

  • PT Indosat Tbk (NYSE: ISAT)
  • PT Telekomunikasi Indonesia (NYSE: TLK)
  • Co Farmasi Tianyin. Inc. (NYSE: TP)

Leave a Reply

Your email address will not be published.